Padang  (UNAND) – 4 Desember 2025 Universitas Andalas menunjukkan kepeduliannya terhadap bencana alam yang melanda Sumatera Barat dengan memberangkatkan Tim Tanggap Bencana Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ke wilayah terdampak banjir bandang (galodo) dan longsor di Malalak Timur, Jorong Toboh, Kabupaten Agam. Prosesi pelepasan tim dilakukan langsung oleh Rektor Universitas Andalas, Prof. Efa Yonnedi, di halaman FEB Universitas Andalas, Jati, Kamis (4/12/2025).

Dalam arahannya, Prof. Efa Yonnedi menegaskan pentingnya menata niat dan menjaga integritas selama menjalankan misi kemanusiaan di lokasi bencana. Ia mengingatkan bahwa tindakan kemanusiaan memiliki nilai sosial, akademik, sekaligus spiritual.

 “Kontribusi sekecil apa pun akan tercatat sebagai amal,” ujarnya memberi semangat kepada para relawan.

Bawa Logistik, FEB Unand Fokus Pada Bantuan Darurat

Tim tanggap bencana terdiri atas mahasiswa FEB, Sekretaris Universitas Andalas, pimpinan fakultas, serta tenaga pendidik. Mereka membawa beragam bantuan logistik—mulai dari beras, pakaian layak pakai, sembako, hingga kebutuhan harian lain—untuk disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang didampingi oleh Sekretaris Universitas Andalas, dan diterima oleh Ketua Posko Bantuan di Jorong Toboh. Dekan FEB menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan wujud nyata kepedulian Universitas Andalas sebagai institusi pendidikan terhadap masyarakat di Sumatera Barat.

Dampak Bencana: Belasan Korban Meninggal, Puluhan Rumah Rusak Berat

Banjir bandang dan longsor menerjang Malalak Timur pada Rabu (26/11/2025) sekitar pukul 15.30 WIB. Bencana datang tiba-tiba setelah hujan reda; beberapa warga bahkan sempat mendengar suara gemuruh menyerupai batu jatuh sebelum galodo melanda permukiman.

Data sementara menyebutkan:

  1. 11 warga ditemukan meninggal dunia
  2.  warga masih dalam pencarian
  3. 68 rumah hancur total
  4. 57 rumah mengalami kerusakan berat

Selain merusak permukiman, aliran lumpur pekat menyebabkan lahan persawahan warga gagal panen, sehingga berpotensi menimbulkan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.

Evakuasi dilakukan secara cepat ke jorong tetangga untuk menghindari bencana susulan. Para relawan Unand yang tiba di lokasi menggambarkan kondisi yang memprihatinkan, dengan banyak rumah rata dengan tanah dan akses vital tertutup material longsor.

Akses Terputus: 30 Titik Longsor Hambat Distribusi Bantuan

Bencana ini juga memutus akses jalan ke Bukittinggi. Tercatat sekitar 30 titik longsor dan sejumlah bahu jalan ambruk, membuat jalur utama tidak dapat dilalui kendaraan.

Saat ini, jalur Malalak – Padang menjadi satu-satunya rute yang masih bisa diakses untuk distribusi bantuan.

Kondisi ini membuat proses pengiriman logistik harus dilakukan dengan ekstra hati-hati mengingat potensi longsor susulan di sejumlah titik sepanjang jalur.

Komitmen Unand dalam Pemulihan Pascabencana

Universitas Andalas menegaskan komitmennya untuk terus mendukung proses pemulihan warga terdampak, baik melalui bantuan logistik lanjutan, pendampingan psikososial, maupun asesmen ekonomi pascabencana.

Pihak penerima bantuan menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan dari FEB Universitas Andalas. Mereka berharap proses pemulihan dapat berjalan cepat dan bantuan dari berbagai pihak terus mengalir.

“Kami sangat berterima kasih. Kehadiran tim dan bantuan ini sangat berarti bagi warga. Semoga kondisi segera kembali normal,” ujar Ketua Posko Bantuan. (N)

 

Humas, Protokoler, dan Layanan Informasi Publik.