“Kita sengaja mengundang petinggi KPK, Dr. Bambang Widjojanto, SH. MH.,
untuk orasi ilmiah pada acara Dies Natalis Unand ke 56 agar publik mengetahui
bahwa Unand mempunyai komitmen untuk memberantas korupsi” (Rektor Unand, 2012)
Meskipun sibuk dalam mengeksekusi perubahan OTK Unand yang baru, satu acara penting yang tidak boleh dilupakan oleh sivitas akademika Unand dan para alumni adalah memperingati hari kelahiran Unand. Peringatan hari kelahiran sebuah perguruan tinggi sering disebut dengan istilah dies natalis. Tanpa terasa, satu tahun telah berlalu dari acara peringatan yang sama pada tahun lalu. Tidak lama lagi, tepatnya tanggal 13 September 2012 Unand memperingati lagi hari kelahiran yang ke 56 tahun. Usia ini cukup panjang untuk sebuah perguruan tinggi.
Di tengah-tengah persaingan global dan keharusan internasionalisasi perguruan tinggi, Unand terus berbenah diri dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Namun satu hal yang tidak dapat dipungkiri, Unand semakin dilirik dan semakin dipandang dari berbagai aspek. Dari segi minat masuk Unand, tahun 2012 tercatat sekitar 34 ribu orang mendaftar untuk ikut ujian masuk melalui SNMPTN 2012. Dari segi kerjasama luar negeri, sudah semakin banyak Unand terlibat dalam jaringan kerjasama internasional, seperti UNITEDengue Network, Program Higher Education Leadership Management (HELM), Training Program Partnership Kagoshima, Partnership for Enhanced Engagement in Reasearch (PEER) dan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi di Jepang, Australia dan Eropa. Dari segi rangking perguruan tinggi, pada tahun 2011 Unand masuk ranking 8 versi webometrik dan rangking 10 versi scopus tahun 2012.
Kelembagaan Unand juga semakin berkembang. Saat ini Unand telah mempunyai 15 fakultas dan program pascasarjana. Empat fakultas baru (Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Keperawatan dan Fakultas Teknologi Informasi) didirikan tahun 2012. Untungnya, tunjangan jabatan pejabat struktural keempat fakultas baru ini langsung dibayar dari rupiah murni, tidak dengan dana PNBP yang dipungut dari mahasiswa seperti yang dialami oleh Fakultas Farmasi dan Fakultas Teknologi Pertanian selama lebih dari dua tahun. Kemudian Unand juga semakin berani untuk menerapkan sanksi akademik dan non akademik terhadap dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan yang melakukan pelanggaran yang dapat menurunkan marwah sebuah perguruan tinggi. Ketegasan penerapan sanksi ini telah mempengaruhi kinerja Unand ke arah yang lebih baik dari semua lapisan.
Fokus penelitian Unand juga semakin mantap untuk menspesialisasikan diri dalam penelitian tanaman obat, gambir, adaptasi gandum dan mitigasi bencana. Misalnya, dalam penelitian gambir, Prof. Dr. Amri Bachtiar telah menghasilkan teh dari daun gambir yang berkhasiat anti aging. Tamu Unand yang datang sering disuguhkan dengan teh daun gambir, terutama untuk istri pejabat. Bahkan istri pak Menteri Ristek waktu berkunjung ke Unand beberapa bulan yang lalu minta tambah waktu disuguhkan teh hangat daun gambir. “Biar saya tambah muda di mata Bapak”, kata ibu menteri tersebut.
Prof. Dr. Amri Bachtiar juga menemukan tinta dari gambir yang dapat digunakan untuk pemilu. Tinta ini sudah diuji coba untuk pemilihan Presiden BEM Unand beberapa kali. Tapi belum berhasil untuk dijadikan tinta Pilkada karena spefisikasi warna masih belum terpenuhi. Tapi Prof. Dr. Amri Bachtiar sangat kecewa, hasil penelitian yang ia lakukan dicampur dengan zat lain oleh pihak yang ingin mengambil keuntungan, sehingga terpenuhi spesifikasi warna untuk digunakan menjadi tinta Pilkada di salah satu kota di Sumatera Barat. Beliau sekarang sedang berjuang untuk dapat memenuhi spesifikasi tinta pemilu.
Peneliti lain, seperti Prof. Dr. Anwar Kasim juga telah menemukan berbagai produk turunan dari gambir, seperti lem kayu dan produk lainnya. Namun untuk dikomersialisasikan masih perlu pengembangan dan dukungan dari semua pihak. Beberapa hasil penelitiannya telah didaftarkan untuk mendapat hak paten. Banyak lagi penelitian dosen Unand lainnya yang sangat dibanggakan yang diungkapkan pada kesempatan ini.
Dalam bidang penelitian ilmu sosial, Unand juga tidak ketinggalan. Fakultas Hukum Unand sangat menonjol dalam kajian konstitusi. Pakarnya seperti Prof. Dr. Saldi Isra dan Prof. Dr. Yuliandri telah menjadi nara sumber tetap di berbagai lembaga tinggi negara. Dalam bidang keuangan negara, Unand menjadi salah satu dari empat Pusat Studi Keuangan Daerah di Indonesia. Ketua pusat kajian ini, Dr. Hefrizal Handra, terpilih untuk menjadi anggota Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah. Kemudian dalam bidang kebencanaan, terutama dalam mitigasi bencana, Unand juga semakin dipandang sebagai salah perguruan tinggi yang mempunyai pusat kajian dengan tenaga ahli yang mencukupi. Tenaga ahli Unand seperti Dr. Febrin Anas Ismail, Dr. Badrul Mustafa dan Prof. Dr. Zaidir sudah menjadi jaringan mitigasi bencana nasional dan internasional.
Meskipun sudah banyak yang dicapai Unand dalam lima tahun terakhir, Unand juga belum dapat keluar dari masalah keterbatasan infrastruktur dan pendanaan. Banyak keluhan dari dosen dan mahasiswa tentang kekurangan sarana pendukung seperti laboratorium, peralatan praktikum, padang gembalaan, menuntut kenaikan kesejahteraan dan lain-lainnya. Kekurangan ini semakin parah setelah gempa melanda Sumatera Barat tanggal 30 September 2009. Rehabilitasi dan penggantian peralatan yang rusak belum tuntas, meskipun janji untuk menuntaskan ditabur terus oleh pemerintah. Faktanya sampai sekarang masih banyak yang rusak belum diperbaiki. Namun upaya untuk mendapatkan dana rehabilitasi terus diupayakan dengan berbagai pihak.
Unand seperti juga perguruan tinggi lain di Indonesia harus do more with the less. Bayangkan setiap PTN tidak boleh menaikkan penerimaan PNBP dari mahasiswa. Sementara kebutuhan infrastruktur untuk meningkatkan kualitas juga terus mengalami peningkatan. Janji Kemendikbud RI untuk mengkompensasi kekurangan penerimaan PNBP mahasiswa dengan dana operasional perguruan tinggi, faktanya sampai detik ini belum terealisasi. Tetapi semangat pimpinan tetap tinggi untuk mengatasi keterbatasan keuangan dengan melakukan efisiensi dan penghematan di berbagai bidang.
Untuk berhasil, kekurangan infrastruktur jangan dijadikan halangan untuk tidak berprestasi. Kalau ditunggu sampai semuanya lengkap dan tersedia, baru berbuat, tentu Unand akan terus ketinggalan kereta. Alhamdulillah dengan semua keterbatasan, banyak dosen yang bersemangat untuk membenahi laboratorium yang tersedia. Ternyata dengan keterbatasan laboratorium, banyak karya bertaraf internasional yang dihasil. Contohnya, Prof. Dr. Ir. Jamsari, anak muda yang selalu mempunyai semangat untuk membenahi labornya, sehingga dikunjungi oleh tim dari Kassel University, Jerman. Contoh lainnya, Prof. Dr. Edison Munaf, dosen Unand yang telah berpengalaman internasional, selalu membenahi labor di Program Studi Kimia FMIPA yang minim peralatan, tetapi tulisannya sudah puluhan di jurnal internasional yang bergengsi.
Kemudian ada lagi Prof. Dr. Mulyadi Bur dari Fakultas Teknik, dosen yang berdedikasi tinggi untuk mengembangkan laboratorium. Tidak sedikit uang pribadi profesor ini yang habis digunakan untuk pengembangan di program studinya. Hebatnya, Prof. Dr. Mulyadi Bur selalu mendorong kader yang lebih muda untuk maju dan menyerahkan sebahagian dari honornya untuk Unand. Prof. Dr. Mulyadi Bur berpendapat “saya dipakai di luar karena saya dosen dan dibesar oleh Unand, untuk itu saya harus taat aturan untuk menyerahkan sebagian honor saya untuk kemajuan Unand”. Ini adalah diantara dosen Unand yang berpendapat bahwa kalau berhasil dengan fasilitas lengkap, itu hal biasa, tetapi berhasil dengan keterbatasan, itu baru namanya luar biasa atau berprestasi.
Mahasiswa Unand juga telah banyak yang mempunyai prestasi internasional. Ini dapat dibaca pada rubrik “Kiprah Mahasiswa” pada website Unand. Prestasi mereka sangat luar biasa dan dapat melampaui prestasi mahasiswa dari perguruan tinggi yang lebih banyak. Ini membuktikan kalau mahasiswa Unand mempunyai kesempatan, ternyata prestasinya tidak kalah dari mahasiswa perguruan tinggi ternama lainnya di Indonesia seperti UI, UGM, ITB dan lain-lainnya. Untuk itu kita ucapkan “bravo mahasiswa”.
Mahasiswa dari keluarga kurang mampu semakin banyak masuk Unand sampai tahun ini. Saat ini sudah lebih 2000 orang mahasiswa Unand menerima beasiswa Bidik misi dan tidak membayar apa pun masuk Unand. Tahun ini diterima sebanyak 12 orang mahasiswa Bidik misi masuk Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran. Satu orang diantaranya mendapat rangking II tertinggi masuk FDok Unand. Ini memberi bukti, kalau diberi kesempatan, banyak generasi muda dari keluarga kurang mampu berprestasi.
Iklim keterbukaan di Unand sangat berkembang. Dosen dengan bebas dapat dengan memberi komentar, saran, kritik dan usulan perbaikan melalui milist dosen Unand. Kemerdekaan untuk menyampaikan pendapat dan pandangan terhadap Unand dan pimpinan telah memunculkan berbagai kreasi dari dosen untuk mengungkapkannya. Ide rekayasa sosial, penyampaian informasi dan berdiskusi antar dosen antara pro dan kontra sangat dinamis. Bagi pimpinan, tentu semua kebebasan mengemukakan pendapat tersebut merupakan rahmat dan bahan untuk membenahi persoalan yang mungkin tidak semua dapat diselesaikan dan memuaskan semua pihak. Pandangan dan kepentingan individu memang sering tidak selalu sejalan dengan kepentingan untuk mempertimbangkan banyak orang. Itulah dinamika yang berjalan dan berkembang di kampus Unand yang merupakan aset intangible yang mungkin sedikit dimiliki oleh perguruan tinggi lain. Dalam konteks ini banyak dosen yang berperan dan aktif seperti Dr. Endry Martius, Prof. Dr. Elfindri, Benny D. Leonanda, MT., Ir. Jhon Farlis, MSc., Ir. Ismet Iskandar, MS., dan Prof. Dr. Dachriyanus yang memberi masukan secara aktif dan terbuka. Masukan dosen-dosen ini sangat luar biasa dan sangat dihargai pimpinan Unand.
Terlalu panjang untuk menceritakan buruk dan baik Unand saat ini. Dalam situasi yang demikian, acara Dies Unand ke 56 harus mempunyai makna dengan konsep sederhana, tetapi menggigit. Banyak orang bertanya, baik elit politik maupun birokrat, apakah perguruan tinggi bebas dari korupsi? Ternyata tidak, fakta menunjukkan banyak petinggi perguruan tinggi yang terlibat dalam berbagai kasus korupsi yang diembuskan oleh berbagai media massa. Namun fakta ini tidak harus melumpuhkan semangat perguruan tinggi untuk memberantas korupsi. Oleh sebab itu Unand dalam dies natalis yang ke 56 ini sengaja mengundang petinggi KPK, Dr. Bambang Widjojanto, SH. MH., untuk memberikan orasi ilmiah dengan judul “Strategi Perguruan Tinggi dalam Percepatan Pemberantasan Korupsi pada acara puncak dies natalis tanggal 13 September 2012.
Keputusan pimpinan Unand untuk mengundang petinggi KPK tersebut mempunyai dua makna besar. Pertama, untuk menyampaikan pesan kepada publik bahwa Unand berkomitmen untuk tidak terlibat dalam berbagai kasus korupsi dan mengajak semua pihak untuk memberantas korupsi yang sudah merajalela di bumi pertiwi ini. Kedua, untuk menyebarkan pengetahuan tentang dampak korupsi dan apa yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi untuk memberantas korupsi.
Sebelum dan setelah acara puncak tanggal 13 September 2012 diadakan berbagai acara di lingkungan Unand yang perlu diketahui oleh semua stakeholder dengan harapan agar dapat berpartisipasi penuh untuk memeriahkan hari bersejarah bagi Unand.
- Seminar Nasional Perkembangan Terkini Sains Farmasi dan Klinik II, 23 Juni 2012 oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas Padang.
- Workshop PCR, 24 s.d 25 Juni 2012 oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas Padang.
- Seminar Internasional : New Issues on Virus and Vector Interaction, 6 September 2012 oleh Fakultas Pertanian Universitas Andalas.
- Seminar Internasional tentang Perunggasan, 11 s.d 12 September 2012 oleh Fakultas Peternakan Universitas Andalas.
- International Symposium The Impact of Climate Change on Tropical Reinforest Biodiversity in Sumatera, 12 September 2012, oleh Fakultas MIPA.
- Rapat Senat Luar Biasa Terbuka Universitas Andalas, 13 September 2012 di Auditorium Kampus Unand Limau Manis.
- Orasi Ilmiah oleh : Dr. Bambang Widjojanto, SH., MH. Wakil Ketua KPK– RI, Judul : “Strategi Perguruan Tinggi dalam Percepatan Pemberantasan Korupsi”, 13 September 2012
- Pengabdian Kepada Masyarakat “Unand Peduli Lingkungan”, 13 s.d 25 September 2012 di Lingkungan Kampus Unand Padang.
- Lomba Jalan Sehat Keliling Kampus Unand Limau Manis, 15 September 2012.
- Kuliah Umum oleh Prof. Dr. Alwi Dahlan, FISIP, 19 September 2012, Judul : “Kebijakan Publik dalam Peningkatan Daya Saing Indonesia”.
- Olimpiade Farmasi Indonesia Ke IV, 20 s.d 23 September 2012 di Fakultas Farmasi Universitas Andalas Padang.
- Seminar Nasional tentang INTERNSHIP, 6 Oktober 2012 di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang.
- “International Conference on Construction Industry, Facility and Asset Management”, 26 s/d 27 Nopember 2012 di Fakultas Teknik Universitas Andalas Padang.
Pimpinan dan stakeholder Unand sangat meyakini bahwa untuk mencapai ke prestasi puncak harus mempunyai integritas yang tinggi. Tanpa integritas yang tinggi, semua menjadi rapuh, dan posisi puncak tidak akan pernah tercapai. High Integrity, Raising to the Top menjadi ikon dalam menyambut ulang tahun Unand ke 56 tahun.
Sekretaris Panitia Dies Natalis Unand ke 56
Dr. Ir. Reflinaldon, M.Si
- 15/09/2012 21:52 - Pelepasan Jemaah Haji Unand tahun 2012
- 14/09/2012 15:47 - Rapat Senat Luar Biasa Terbuka dalam Rangka Dies Natalis Universitas Andalas ke-56
- 14/09/2012 11:12 - Unand Melaksanakan Workshop Inovasi dan Kewirausahaan Mahasiswa – Dosen
- 12/09/2012 14:30 - Penjelasan Dekan yang Baru dilantik (Lanjutan)
- 10/09/2012 16:42 - Fakultas Keperawatan Mengadakan Sosialisasi Kegiatan Student Activities Performance System (SAPS)
- 04/09/2012 14:56 - Penandatangan MoU Universitas Andalas dengan Kabupaten Dharmasraya
- 03/09/2012 21:18 - Unand Terima Mahasiswa Baru Asal Papua
- 03/09/2012 14:49 - Penjelasan Dekan yang Baru Dilantik
- 03/09/2012 01:18 - Wisuda III Tahun 2012 Universitas Andalas
- 31/08/2012 14:37 - Universitas Andalas bersama National Environmental Agency (NEA) Singapura dan Directorate General of Health-Ministry of Health Malaysia membentuk UNITEDengue Network





















