Informasi Penerimaan Mahasiswa Jalur Mandiri Universitas Andalas melalui Jalur SMMPTN Barat dan PMB D3 dan Intake D3 Fakultas Ekonomi  Klik tombol ini :http://pmb.unand.ac.id
Toggle Bar

Zesty Fitri Dyanda

  • + Prodi: Keperawatan
  • + Status: Mahasiswa
  • + Tahun Masuk: 2013

lahir di Kabupaten 50 Kota, 9 Februari 1997 Zesty Fitri Dyanda merupakan anak kedua dari tiga bersaudara Bapak Syofyan dan Ibu Delwita, M.Pd. Baginya, menjadi lulusan terbaik Fakultas Keperawatan diwisuda II Universitas Andalas tahu 2018 adalah kado terindah yang harus ia syukuri atas berkah Allah pada tahun ini yang ia persembahkan untuk keluarga besarnya sebagai cucu pertama yang meraih gelar sarjana.

Sejak masa kanak-kanak, ia terbiasa gigih dalam meraih prestasi. Saat duduk di bangku sekolah dasar di SDN 23 Balai Panjang Kota Payakumbuh, ia mengikuti program akselerasi mengenyam 5 tahun sekolah dasar bersama 60 siswa berprestasi se Kotamadya. 

Ia sering mengikuti berbagai lomba seperti pidato bahasa Inggris dan lomba matematika hingga tingkat provinsi. Lalu ia melanjutkan sekolah ke SMPN 1 Payakumbuh dan aktif sebagai kader Palang Merah Remaja. 

Ketika memasuki SMA, ia memilih SMA N 1 Payakumbuh dan lulus program akselerasi untuk kedua kalinya, pada masa ini ia menemukan passionnya di kemampuan bahasa, ia meraih sertifikasi Bahasa Jepang Internasional level dasar ketika SMA, sebagai awal dari cita-citanya terbang ke negeri Sakura yang ia capai semasa kuliah. 

Jadilah ia menjadi mahasiswa di Fakultas Keperawatan UNAND pada umur 16 tahun, jauh dibawah teman-teman angkatannya yang mayoritas kelahiran tahun 1995.

Memasuki masa kuliah adalah kali pertama ia merantau dan tinggal terpisah dari orang tua. Menyebabkan ia bertekad tidak ingin menyia-nyiakan masa pendidikannya di  Padang. 

Pada tahun pertama perkuliahan ia mengikuti program exchange melalui program AIESEC UNAND ke Taiwan. 

Disana ia menjadi volunteer untuk merawat anak-anak di rumah asuh AIDS, mengajar bahasa Inggris dan mempromosikan budaya Indonesia terutama Minang di kemah siswa Internasional. 

Ia memanfaatkan kesempatan untuk meluaskan jaringan internasional serta menjadi promotor budaya Indonesia di Taiwan. Sepulangnya exchange ia menjadi pengurus AIESEC UNAND dan juga staff pendidikan, profesi dan ilmiah BEM KM FKEP UNAND. 

Pada tahun 2014, ia mengikuti ajang UNAND AWARD dan meraih predikat award Best Speaker dan selain itu ia menjadi 30 delegasi  terpilih Indonesian Health Scientific Meeting di Jakarta yang diselenggarakan HPEQ DIKTI.

Sebagai pengurus aktif BEM KM FKEP UNAND, ia juga berusaha meningkatkan soft skill kepemimpinan dan mengikuti berbagai kepanitiaan. Ia merupakan perwakilan delegasi dari FKEP untuk mengikuti LKMM se Indonesia yang diselenggarakan BEM KM UNAND. 

Hingga akhirnya menjadi sekretaris daerah BEM KM FKEP UNAND dan selanjutnya menjadi pengurus wilayah Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia untuk wilayah I. Kegiatan-kegiatan organisasi skala nasional seperti ini yang mengantarkannya mengunjungi wilayah lain di Indonesia. 

Terlepas dari kesibukannya yang lebih padat sebagai organisator, ia menyadari keterlibatan aktif di organisasi merupakan hal baru baginya berhubungan dengan pendidikan akselerasi ketika SMA yang sangat membatasi kegiatan non akademiknya. 

Hingga lalu ia menjadi volunteer rumah belajar di Forum Indonesia Muda Sumbar, adalah untuk memenuhi tantangan diri memberikan manfaat kepada orang lain lewat mengajar, sesuatuyang tidak familiar baginya.

Pada tahun 2015, ia mengikuti berbagai lomba, seperti lomba pidato bahasa Inggris, cerdas cermat dan debat, serta dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Fakultas Keperawatan dan mewakili fakultas untuk seleksi Mawapres tingkat UNAND. 

Sekali lagi, baginya berkah Allah dan doa orang tua tak dapat ia dustakan. Tahun 2017, tahun yang tidak dapat ia lupakan adalah ketika ia akhirnya menginjakkan kaki pertama kali ke negeri Sakura dan merasakan salju turun, tepat ia sedang berulang tahun ke 20 masa itu melalui program International Culture Exchange Fair di Tokyo. Itulah yang selalu ia cita-citakan sejak zaman sekolah, ia merasa saat itu, memperoleh sertifat Bahasa Jepang Internasional-nya tidak pernah sia-sia. 

Sementara itu dengan kesibukan di luar kampus, untuk prestasi akademik, IPK-nya juga cukup gemilang. Terbukti dengan beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik) dan beasiswa Bank Mandiri Syariah yang pernah diterimanya, serta perolehan prestasi Mahasiswa Terbaik dari FKEP pada wisuda II Unand 2018. 

Meskipun dengan perjuangan panjang menuntaskan skripsi yang penuh drama dan airmata. Namun ia bersyukur pada Allah memiliki keluarga yang begitu banyak berjuang dan selalu menyayanginya serta banyak teman yang selalu mendukung dan mensupport sepenuh hati hingga meraih gelar sarjana saat ini. Alhamdulillah.

Humas dan Protokol Unand

 

Read 184 times