Sepria Mulyadi

  • + Prodi: Teknik Pertanian
  • + Status: Mahasiswa
  • + Tahun Masuk: 2011

Ia dilahirkan di daerah Sijunjung, tepatnya di jorong Padang Ranah (yang terkenal dengan Perkampungan Adatnya) Kenagarian Sijunjung, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat. Tempat kelahirannya ini merupakan salah satu daerah di Minangkabau yang masih bertahan dengan keaslian adat istiadatnya. Tempat kelahiranya ini juga dikenal sebagai daerah tambang di Sumatera Barat, karena di daerah ini banyak terdapat tambang emas. Lahir pada tanggal 1 September 1993, ia merupakan putra pertama dari pasangan Bapak Ismail dan Ibu Raftini.

Kedua orang tuanya memberi ia nama Sepria Mulyadi atau yang akrab disapa Asep. Ia merupakan putra sulung dari 3 bersaudara, dimasa kecilnya Ia sering berpindah-pindah Sekolah Dasar (SD) karena mengikuti ibunya yang merupakan seorang Guru SD. Dan akhirnya Ia menamatkan Sekolah Dasarnya di SDN 32 Pulau Punjung. Asep kecil adalah orang yang selalu mendapatkan juara kelas dan juga beberapa kali mengikuti lomba cerdas cermat Matematika mewakili sekolahnya.

Karena keinginan untuk lebih dekat dengan kampung halamannya, membuat ia memilih untuk melanjutkan pendidikannya di MTsN Sijunjung. Sekolahnya ini merupakan Sekolah Agama yang ternama di Kabupaten Sijunjung. Di MTsN inipun, Ia tetap mempertahankan prestasinya dalam hal akademis dan ekstrakurikuler.  Ia tergabung dalam anggota drumband di sekolahnya, prestasi lainnya adalah Ia pernah menjadi juara I lomba Khutbah Jum’at tingkat Kabupaten.

Prestasi akademiknya yang juga baik diganjar oleh sekolahnya dengan beasiswa bagi siswa berprestasi. Dalam hal kepramukaan, Ia juga mewakili Kabupaten Sijunjung dalam Kegiatan Pramuka Se- Sumatera Barat, yakni kegiatan Jambore Daerah  di Padang Besi Kota Padang pada tahun 2007 dan pada tahap inilah iya menjadi akrab dengan Pramuka.

Setelah lulus dari MTsN Ia melanjutkan sekolahnya di SMA N 9 Sijunjung, ditahun pertamanya di sekolah Ia telah dipercaya menjadi Ketua Osis. Pada masa kepengurusan ini  Ia berhasil membuat terebosan baru, yakni dapat meluncurkan kartu siswa, kemudian juga berhasil membuat cikal bakal PIK remaja di sekolahnya setelah dia mewakili SMA N 9 dalam Kegiatan BKKBN. Dikarenakan harus mengikuti orang tuanya di Pulau Punjuang, Kabupaten Dharmasraya, akhirnya Ia pindah dan bersekolah di SMA.N 1 Pulau Punjung.

Di sekolahnya yang baru, Ia masih berhasil memiliki kepercayaan dari teman-temannya, hal itu terbukti dari amanah yang diterimanya. Pada periode 2009-2010 Ia di percaya menjadi Ketua Putera ( Pradana ) di Pramuka SMA.N 1 Pulau Punjung.

Pada tahun 2010 Ia mewakili Kabupaten Dharmasraya (Porles Dharmasraya) dalam Kegiatan PERTIKARA V (Perkemahan Saka Bhayangkara) se- Sumatera Barat di Padang besi. Saat SMA ini, Ia juga aktif dalam ekstrakurikuler seni, pada tim seni sekolahnya, Ia merupakan pemain Tasa (alat musik tradisional Minangkabau).

Tim seninya ini juga pernah diundang untuk mengisi acara pemerintahan dan akhirnya menjadi utusan Kabupaten Dharmasraya dalam Even Pekan Budaya Sumatera Barat pada tahun 2010. Pada tahun yang sama, ia juga berhasil meraih Juara 3 dalam Lomba Cerdas Budaya Semutera Barat.

Setelah berproses di SMA, Ia juga berniat untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi dan akhirnya Ia lulus disalah satu pergurun tinggi terbaik di Indonesia, yakni Universitas Andalas. Di Universitas ini Ia memilih jurusan Teknik Pertanin ( Mekanisasi Pertanian ) pada Fakultas Teknologi Pertanian. Pada tahun pertamanya di kampus hijau ini, ia tinggal di asrama mahasiswa Unand.

Di asrama Ia tetap menjadi mahasiswa yang aktif, sehingga dipercaya menjadi Ketua Pengabdian Masyarakat asrama pada tahun 2011. Setelah itu, Ia juga diamanahi menjadi Ketua KOSBEMA ( Komite Siaga Bencana Mahasiswa Asrama) yang sekarang telah menjadi UKM Kosbema Unand.

Berproses di KOSBEMA tidak menghalanginya untuk tetap menjalankan proses agar dapat bergabung di UKM PRAMUKA Unand dan tetap aktif di fakultasnya. Di Fakultasnya, ia bergabung dengan IMTPI ( Ikatan Mahasiswa Teknologi Pertanian Indonesia) dan pada tahun 2012. Septria juga  menjadi delegasi Unand mengikuti kegiatan Musyawarah IMTPI di Universitas Bengkulu.

Bergabung di Pramuka Unand juga menghantarkannya menjadi perwakilan Unand dalam kegiatan KEMBARANAS V ( Kemah Bakti Racana Nasional) di Universitas Sriwijaya. Peran penting lain yang dijalankan Asep di Pramuka Unand adalah sebagai ketua OTR (Orientasi Tamu Racana) yang bertugas membentuk karakter calon anggota baru Pramuka Unand.

Sepria Mulyadi merupakan Pemangku Adat di Pramuka Unand pada masa bakti (2014-2015) dan sekaligus juga menjadi Ketua Dewan Kehormatan Pandega. Pada periode yang sama Ia juga menjadi Ketua Divisi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di UKM KOSBEMA, prestasi lainnya di tahun 2014 ialah terpilih sebagai Asisten Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian di jurusannya.

Sebelum ia menjadi pengurus di berbagai lembaga, Ia juga aktif menjadi panitia di berbagai event besar, diantaranya Seminar Internasional Kebencanaan Prancis-Indonesia tahun 2013 ,Seminar Nasional Kepramukaan pada tahun 2012, dan panitia DME ( Disaster Manajemen Event) KOSBEMA Unand.

Prestasi lanjutannya sebagai seorang mahasiswa adalah ketika Ia berhasil menjadi Duta Pemuda Bahari Sumatera Barat tahun 2015. Pada tahun yang sama, Ia diberi kesempatan untuk berlayar bersama kapal KRI Teluk Bintuni 526 dalam kegiatan Kapal Pemuda Nusantara (KPN SAIL TOMINI). Dalam peralayaran ini Ia bergabung bersama pemuda-pemuda terpilih dari ASEAN. Pelayarannya mengajarkan banyak hal. Laut mengajarkannya tentang persaudaraan, Indonesia itu luas, Indonesia itu indah, dan Ia bangga menjadi Indonesia.

Karena keaktifannya di berbagi kegiatan, pada wisudanya ini Unand memberikan penghargaan sebagai Bintang Aktivis Kampus. Selain itu, penghargaan terakhir yang diterimanya sebagai mahasiswa akan diberikan oleh Dekan Fakultas Teknologi Pertanian sebagai pemenang poster terbaik di Wisuda VI kali ini. Baginya Pramuka memang bukan segala-galanya tapi banyak hal dalam hidupnya berawal dari Pramuka. “Manis jangan segera ditelan pahit jangan segera dimuntahkan”.

Humas dan Protokol Unand

 

Read 1010 times