Wisuda IV Tahun 2017, Program Doktor, Magister, Profesi dan Spesialis  Klik tombol ini untuk Melihat
Toggle Bar

Menristekdikti RI Beri Kuliah Umum di Unand

12 Agustus 2016

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Menristekdikti RI) Prof. Mohamad Nasir, Ph. D,.Ak memberikan Kuliah Umum Pada Jumat (12/08) di Convention Hall Kampus Universitas Andalas Limau Manih Padang.

Hadir dalam acara ini, Dirjen Kemenristekdikti, Rektor UNP, Rektor ISI Padang Panjang, Plt Kopertis wilayah X Prof. Jhon Hendri, civitas akademika, mahasiswa Pascasarjana dan Pejabat struktural di lingkungan Universitas Andalas.

Kuliah umum ini bertajuk “ Kebijakan Peningkatan Publikasi, Kekayaan Intelektual, Hilirisasi dan Komersialisasi Riset ”. 

Prof. Mohamad Nasir, Ph. D,.Ak  mengatakan Perguruan tinggi yang ada di Indonesia saat ini berjumlah 4.264 baik itu Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta dibawa Kemenristekdikti maupun Kementerian Agama Republik Indonesia.

Sementara itu jumlah mahasiswa sebanyak 6,5 juta dengan jumlah dosen 232.414 di Indonesia,” jelasnya.

Jika dibandingkan negara China dengan jumlah penduduk 1,4 milyar, Perguruan Tinggi sebanyak 2.824 dan jumlah mahasiswa sebanyak 35 juta sedangkan dosennya mencapai 1,5 juta, artinya jumlah Perguruan Tinggi  di Indonesia jauh lebih besar dari pada jumlah Perguruan Tinggi yang ada di China.

Ia memaparkan kondisi riset dan development di Indonesia masih sangat kurang dengan jumlah sumber daya peniliti sebanyak 1.071 dari setiap 1 juta penduduk.

“Rasio sumber daya manusia sebagai kandidat peniliti perbandingannya adalah jumlah mahasiswa S2, S3 dibandingkan dengan jumlah mahasiswa S1 artinya jumlah mahasiswa S1 jauh lebih besar dibandingkan mahasiswa Pascasarjana,”tambahnya.

Disamping itu, kondisi unit riset dan development Indonesia sebanyak 58% sumber teknologi utamanya berasal dari luar negeri dan 59% Industri tidak pernah melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi ini menandakan Industri menggunakan riset dan teknologinya dari luarnegeri.

Saat ini indikator publikasi Indonesia berada dirangking 4 setelah Malaysia, Thailand, Philipina, dalam hal perkembangan jurnal di Negara-negara Asean. Ia menekankan kepada peniliti, mahasiswa pascasarjana dan dosen begitu pentingnya publikasi. 

Selain itu, Ia juga menjelaskan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) mempunyai Visi Indonesia 2.045 berdaya saing dan berdaulat berbasis iptek. Indonesia berdaya saing riset menjadi motor utama untuk menghasilkan invensi dan inovasi yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan daya saing bangsa.

Sedangkan berdaulat berbasis teknologi RIRN menjadi titik awal membentuk Indonesia yang mandiri secara sosial ekonomi melalui penguasaan IPTEK yang tinggi secara global.

Sementara itu, Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA mengatakan dalam 5 tahun terakhir publikasi dosen Unand mengalami peningkatan yang signifikan dengan jumlah publikasi 2.047 artikel dan jumlah publikasi pada jurnal terindeks scopus sebanyak 843 artikel.

Saat ini Unand berada pada peringkat ke 11 indeks scopus dari seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia,”ujarnya.

Ia berharap kedepannya Unand terus mengalami peningkatan dalam hal publikasi artikel di jurnal internasional. 

Humas dan Protokol Unand

 

 

Read 1495 times