USAID Selenggarakan Lokakarya Evaluasi Untuk Akreditasi Internasional Fakultas Teknik Unand

02 Jun 2016

Setelah melaksanakan serangkaian lokakarya dan pembinaan selama hampir setahun di Universitas Andalas (UNAND), USAID HELM kembali mengumpulkan tim-tim program akreditasi teknik di UNAND dari lima jurusan, yaitu Teknik Industri, Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, dan Teknik Elektro untuk mengikuti lokakarya yang bertujuan mengevaluasi persiapan kelima jurusan ini untuk meraih Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET). Persiapan tersebut dilakukan dengan cara menilik nilai, penekanan data, dan memperbaiki pembuatan keputusan. Lokakarya yang diselenggarakan di ruang Dekanat Fakultas Teknik pada 26- 27 Mei 2016 yang lalu ini diikuti 20 dekan dan ketua program studi kelima program teknik UNAND.

Dalam lokakarya peserta dibimbing bagaimana memenuhi seluruh kriteria yang diminta pihak ABET yang akan mengunjungi kampus UNAND pada Juli, Agustus, dan September 2016 nanti. Peserta pun dilatih menjawab pertanyaan yang tertulis di dalam rubrik ABET. “Seluruh pertanyaan tersebut harus dijawab dengan jelas, lengkap, dan mengacu pada persyaratan,” kata Dr. Scott Danielson, Engineering program and ABET Assessor, salah satu ahli Arizona State University yang telah membimbing peserta sejak 2015.

Untuk melihat sampai sejauh mana kesiapan rubrik, masing-masing jurusan diminta saling bertukar rubrik yang telah diisi, kemudian rubrik tersebut dinilai atau dikiritik sehingga dapat terlihat jurusan mana yang rubriknya belum siap atau harus memperbaiki. “Jawaban yang tidak jelas tentu sangat memengaruhi penilaian ABET nantinya,” kata Dr. Kathy Wigal, Associate Director Curricular Innovation Global Outreach and Extended Education dari Ira A. Fulton Schools of Engineering, ahli lain yang ikut membimbing peserta.

Lebih jauh dalam mempersiapkan kunjungan ABET, peserta diminta untuk membuat sebuah daftar yang dapat dipakai untuk menilik hal-hal yang masih perlu ditindaklanjuti. Terlihat dari daftar yang telah dibuat, masing-masing ada kesamaan yang harus ditilik lebih jauh, seperti menyelenggarakan semacam latihan wawancara antara tim akreditasi dengan ABET, menilik prasarana jurusan seperti laboratorium apakah sudah pantas atau belum, sampai memperbaiki situs resmi. “Periksalah data-data apakah perlu direvisi, termasuk memeriksa ulang silabus yang telah disusun,” kata Wigal.

Lokakarya seperti ini pada akhirnya bakal mendukung reformasi pendidikan tinggi dalam bidang teknik, khususnya di Universitas Andalas. Dengan lokakarya seperti ini pula sebuah lembaga tinggi akan memiliki jalan yang lebih lebar dan daya yang lebih besar untuk mencapai mutu tinggi dan menjadi pemimpin dalam lingkup pendidikan global. Selain kedua ahli dari Arizona State University dan Ira A. Fulton, lokakarya juga dihadiri oleh narasumber seperti Dr. Yulia Hendri Yenni, Ketua Lembaga Pengembangan Penelitian, Pendidikan, dan Masyarakat (LP3M) UNAND, dan Prof. Dachriyanus, Wakil Rektor UNAND Bidang Akademik yang membuka lokakarya.

Humas dan Protokol Unand

 

 

 

Read 1310 times