Wisuda IV Tahun 2017, Program Doktor, Magister, Profesi dan Spesialis  Klik tombol ini untuk Melihat
Toggle Bar

Kementerian Keuangan Adakan Sosialisasi Strategi Pengelolaan Utang dan Penjaminan Pemerintah dalam Pembiayaan Pembangunan di Unand

21 April 2016

Fakultas Ekonomi Universitas Andalas bekerja sama dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia menyelenggarakan sosialisasi dengan tema “Strategi Pengelolaan Utang dan Penjaminan Pemerintah Dalam Pembiayaan Pembangunan” pada Rabu (20/4) di Gedung Perpustakaan Lantai 5 Universitas Andalas Limau Manis Padang. Sosialisasi ini menghadirkan Erwin Ginting, Igor Imanuel Pardomuan Mengunsong, Insyafiah, dan Hefrizal Hendra sebagai pemateri.

Dr. Hanif Amali Riva’i, SE, MSi Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas mengatakan kerjasama Fakultas Ekonomi dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia sudah cukup lama terjalin bahkan beberapa dosen dari Fakultas Ekonomi diminta sebagai tenaga ahli untuk berkontribusi, memberikan sumbangsih serta pemikiran untuk meningkatkan kinerja pada Kementerian Keuangan. 

Dekan mengharapkan sosialisasi ini dapat memberikan penyebaran informasi kepada mahasiswa bagaimana hutang negara dikelola, dan bagaimana pemerintah memberikan jaminan dalam pembiayaan pembangunan. Disamping itu, dekan membuka secara langsung kegiatan sosialisasi tersebut.

Erwin Ginting Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Pembiayaan Direktorat Strategi dan Portofolio Pembiayaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko menjelaskan kebijakan fiskal dan pengelolaan utang dalam APBN. Kebijakan fiskal yang dilaksanakan oleh Kementerian Keuangan bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian bangsa Indonesia. 

Tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan fiskal diantaranya fiscal space terbatas, mandatory spending dan belanja bersifat wajib masih besar, alokasi belanja belum optimal, penyerapan anggaran belum optimal. Fokus kebijakan fiskal adalah pencapaian target penerimaan negara dan implementasi negara sesuai tujuan dan waktunya.

Sementara itu, Igor Imanuel Pardomuan Mangunsong Kepala Seksi Pengembangan Pembiayaan Alternatif Direktorat Strategi dan Portofolio Pembiayaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko menyampaikan strategi pengelolaan utang negara. Strategi merupakan hal terpenting dalam suatu organisasi atau instansi disaat situasi dan kondisi yang penuh dengan ketidakpastian. 

Kebijakan umum dalam pengelolaan utang diantaranya prioritas utang dalam negeri, diversifikasi instrument, fleksibilitas pembiayaan, pinjaman untuk belanja modal terutama infrastruktur, pengelolaan utang secara aktif dalam kerangka Asset Liabilities Management (ALM), penjaminan pemerintah untuk mendorong percepatan infrastruktur dan yang terakhir transparansi serta akuntabilitas.

Selain itu, Insyafiah Kasubdit Evaluasi dan Dukungan Pemerintah, Direktorat Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko menjelaskan penjaminan pemerintah dalam pembiayaan infrastruktur. Penjaminan instruktur adalah pemberian jaminan atas kewajiban financial Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) dilaksanakan berdasarkan perjanjian penjamin. 

Adapun fungsi dari penjaminan pemerintah diantaranya kelayakan kredit dan kualitas proyek-proyek infrastruktur, sehingga meningkatkan keyakinan investor dan perbankan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, menjamin disiplin kinerja pemerintah selaku mitra yang berkontrak dengan badan usaha perbankan dan melindungi kewajiban kontinjen pemerintah melalui penerbitan surat perjanjian yang lebih eksplisit.

Pada kesempatan yang sama Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi Hefrizal Hendra menjelaskan tentang utang pemerintah dan Fiscal Sustainability. Keadaan utang pemerintah Indonesia mengalami kenaikan pada bulan Maret dibandingkan dari bulan sebelumnya menjadi Rp 3.271 triliun. Tetapi, Hefrizal memandang keadaan utang luar negri masih cukup sehat namun harus mewaspadai resikonyo terhadap perekonomian.

Kesinambungan fiskal (Fiscal Sustainability) erat kaitannya dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Untuk itu, pemerintah terus berupaya semaksimal mungkin mengarahkan APBN untuk mencapai kesinambungan fiskal. 

Diakhir sosialisasi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, terlihat antusias mahasiswa mengajukan pertanyaan seputar materi yang disampaikan oleh narasumber, setelah itu, penyerahan kenang-kenangan antara Fakultas Ekonomi Universitas Andalas dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Humas dan Protokol Unand  

 

Read 1164 times