Live Streaming - The 1st Andalas Intenational Nursing Conference (AINiC)  Klik tombol ini untuk melihat
Toggle Bar

Unand Gelar Seminar dan Talk Show Spirit Monozukuri

24 Maret 2016

Universitas Andalas bekerjasama dengan Persada Indonesia dan pemerintahan Jepang menggelar acara seminar nasional dan talk show Spirit Monozukuri serta Studi di Jepang pada Kamis (23/3) di Conventional Hall Unand Kampus Limau Manis Padang. Acara ini dihadiri oleh Rektor Universitas Andalas Prof. Tafdil Husni, Wakil Rektor II Prof. Asdi Agustar, Wakil Rektor III Prof. Hermansah, Wakil Rektor IV Dr. Endry Martius, Ketua Umum Persada Indonesia Dr (HC) Rachmat Gobel, Kepala Kamar Dagang Sumatera Barat Asnawi Bahar, SE, MSi, Guru Besar Fakultas Teknik Prof. Dr. Gunawarman dan Mrs. Yoko Takafuji. Seminar dan talk show ini di ikuti oleh mahasiswa dan dosen di lingkungan Unand.

Ketua Persada Sumatera Barat Prof. Dr. Ir. Hermansah, MS, MS.c yang juga merupakan Wakil Rektor III Unand menjelaskan Persada merupakan perhimpunan alumni dari Jepang, yang dibentuk pada saat senior-senior atau pendulu yang pernah mengecap pendidikan di Jepang. Tujuan  dibentuknya Persada adalah untuk menjalin silaturrahim antara sesama alumni dan hendaknya ilmu yang didapat diaplikasikan di tanah air sesuai dengan keprofesian masing-masing. 

Disamping itu, Persada akan selalu menjembatani hubungan antara Indonesia dengan Jepang khususnya antara Unand dengan Pemerintah Jepang yang disebut dengan Kokoro Kakehashi. Selain itu, Hermansah mengatakan seminar dengan tema Spirit Monozukuri berbasis sumber daya alam lokal, sebenarnya Spirit Monozukuri mempunyai empat kata kunci yaitu, Hito terkait dengan sumber daya sedangkan Mono adalah benda ataupun memproduksi sesuatu yang membutuhkan skil Koto adalah kreatifitas, bagaimana sumber daya alam ini bisa dikembangkan potensinya Kotoba adalah language atau bahasa yang dikaitkan dengan social, culture. 

Konsulat Jendral Jepang di Medan Mr. Hirofumi Morikawa mengatakan sekarang ini Jepang  dikategorikan sebagai salah satu sumber kekuatan ekonomi terbesar di dunia serta mempunyai ekspor yang besar berbagai produk keseluruh dunia. Cikal bakal perkembangan perekonomian Jepang di mulai sekitar 140 tahun yang lalu, upaya-upaya yang terus menerus dilakukan Jepang selama 140 tahun membuat Jepang seperti yang sekarang ini. Ada 4 hal yang terus dilakukan Jepang untuk terus maju yaitu menuntut ilmu, teknologi, pendidikan dan motifasi yang sangat kuat.

Sementara itu, Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA mengharapkan dengan adanya seminar ini dapat mengambil manfaat dari kemajuan-kemajuan teknologi dan pendidikan dari negara Jepang. Karena Jepang merupakan salah satu negara yang sangat maju di dunia dengan etos kerja masyarakatnya sangat baik yang terkenal dengan kedisiplinannya. 

Selain itu, Rektor juga menyebutkan kerjasama Unand dengan pemerintahan Jepang baik dalam bidang penelitian, seminar, pendidikan, maupun pertukaran staf serta mahasiswa agar terus dikembangkan dan ditingkatkan dimasa yang akan datang. Seminar ini tentu sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan dosen untuk membangun Spirit Monozukuri sehingga dapat membangun sikap positif guna kemajuan dimasa mendatang.

Rachmat Gobel dalam seminar tersebut menyampaikan tentang membangun Spirit Monozukuri dalam pembangunan industri. Saat ini ekonomi Indonesia memiliki potensi untuk tumbuh cepat dan pertumbuhan proporsi konsumen menengah ke atas akan membawa gelombang belanja yang semakin besar. Pada tahun 2020 diperkirakan jumlah populasi konsumen menengah keatas Indonesia akan meningkat dua kali lipat dibandingkan pada tahun 2012 dari 74 juta jiwa menjadi 141 juta jiwa. 

Selain itu Rachmat Gobel mengatakan industri berbasis tradisi dan budaya perlu dikembangkan dan terus ditingkatkan sebab warisan budaya merupakan sumber inspirasi untuk menghasilkan produk-produk inovatif baru bernilai tambah dan berdaya saing. Negara-negara tetangga berkompetisi untuk membangun brand image masing-masing sebagai bangsa yang truly asia.

Disisi yang lain, Asnawi Bahar, SE, M.Si menyampaikan Prospek Pengembangan Industri Kecil di Sumatera Barat, ia mengatakan untuk menghadapi tantangan globalisasi, UMKM harus diberdayakan agar mampu bersaing dengan pelaku bisnis lainnya baik dari dalam maupun luar negeri. Upaya penguatan daya saing adalah melalui pembentukan jaringan usaha atau business networks

Humas dan Protokol Unand

 

Read 1390 times