Live Streaming Wisuda III Program Sarjana dan Diploma Tahun 2018  Klik tombol ini
Toggle Bar

Unand dan BAPETEN Perkuat Pemanfaatan Tenaga Nuklir

13 Agustus 2018

Padang (Unand) – Universitas Andalas mengadakan Penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerjasama dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) tentang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat terkait pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir pada Senin, (13/8) di ruang sidang pimpinan, lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Andalas Limau Manis Padang.

Penandatangan ini langsung ditandatangani oleh Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Tafdil  Husni, SE, MBA dan disaksikan oleh Wakil Rektor IV Dr. Ir. Endry Martius, M.Sc dengan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir Prof. Dr. Eko Jazi Istiyanto, M.Sc yang disaksikan oleh Kepala Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Instalasi dan Bahan Nuklir (P2STIBN) Dr. Ir. Djoko Hari Nugroho, MT. 

Selain itu, Unand juga memperkuat dengan Penandatangan Perjanjian kerjasama antara Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dengan Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Instalasi dan Bahan Nuklir (P2STIBN) yang langsung ditantangani oleh Dekan Fakultas MIPA Prof. Dr. Mansyurdin, MS dengan Kepala P2STIBN  Dr. Ir. Djoko Hari Nugroho, MT. 

Rektor Universitas Andalas mengatakan bahwa selama ini nuklir itu dianggap sesuatu hal yang membahayakan padahal nuklir itu banyak sekali manfaatnya sebagai energi alternatif. Oleh karena itu, bagaimana manfaat nuklir ini dapat dimanfaatkan baik untuk penelitian maupun komersil nantinya tentu harus pengawasan dan kontrol.

”Orang-orang masih takut dengan pemanfaatan nuklir ini karena bahaya dampak radiasi nuklir tersebut, oleh karena itu ini tugas kita untuk merubah pemikiran bahwa nuklir itu aman jika dikelola dengan tepat,” ujar rektor.

Sementara itu, Kepala BAPETEN Prof. Dr. Eko Jazi Istiyanto, M.Sc mengatakan juga bahwa nuklir bisa menjadi investasi bagi kita dan bisa menjadi provit centre.

“ Manfaat nuklir itu sangat banyak, oleh karena itu kami menggandeng universitas-universitas untuk melakukan penelitian dan pengawasan agar kedepannya tenaga nuklir ini dimanfaatkan bagi masyarakat Indonesia.

”Di Indonesia belum mempunyai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir hanya memiliki reaktor nuklir dan itu baru dimanfaatkan untuk penelitian bukan untuk komersil, ” ujar.

Lalu, ia menegaskan PLTN itu aman untuk Indonesia.

Humas dan Protokol Unand   

 

Read 224 times