Neso Indonesia Akan Sosialisasikan Beasiswa Pemerintah Belanda di Unand

04 Desember 2017

Padang (Unand) - Netherland Education Support Office (Neso Indonesia) akan melakukan sosialisasi terkait program beasiswa StuNed dan beasiswa lainnya dari Pemerintah Belanda pada Kamis (7/12) mendatang di Ruang Seminar Gedung F Kampus Unand Limau Manis Padang.

Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Layanan Internasional Universitas Andalas Vonny Indah Mutiara, Ph. D mengatakan sosialisasi ini merupakan upaya untuk memberitahukan informasi kepada mahasiswa maupun pelamar terkait program beasiswa ini.

Bagi mahasiswa unand yang akan mengikuti kegiatan ini dapat mendaftar langsung pada laman tinyurl.com/Unand2017 dan Re-Registrasi dimulai pukul 13.00 wib di tempat acara.

Ia menyebutkan Neso Indonesia merupakan perwakilan resmi pemerintah Belanda di Indonesia yang merupakan pusat informasi pendidikan tinggi Belanda.

“Saat ini Neso sudah memiliki lebih dari 2.100 program studi internasional,” tambahnya.

Selain itu, Neso Indonesia juga mengelola beasiswa StuNed (beasiswa S2), yaitu beasiswa yang merupakan bagian kerjasama bilateral antara pemerintah Belanda dan pemerintah Indonesia, yang diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia.

Disamping mensosialisasikan program beasiswa StuNed juga akan ada sosialisasi beasiswa lainnya dari Pemerintah Belanda.

Untuk itu, Scholarship Team StuNed akan mengadakan acara "Holland Scholarship Info Session" yang bertujuan untuk memberikan informasi seluas-luasnya kepada calon pelamar.

Dikatakannya acara ini terbuka untuk umum dan dapat dihadiri oleh mahasiswa, dosen, para professional muda, dan para peminat beasiswa lainnya di Padang dan sekitarnya. 

Acara akan dilaksanakan pada Hari Pukul Kamis (7/12), Pukul 13.00 s.d 16.00 wib yang akan berlangsung di Ruang Pertemuan Gedung Auditorium, Kampus Universitas Andalas Limau Manis Padang

Ia berharap kepada mahasiswa untuk hadir secara bersama-sama sehingga mendapat pengetahuan dan wawasan yang dapat menimbulkan motivasi untuk melanjutkan pendidikan keluar negeri.

 

Humas dan Protokol Unand

 

 

 

Read 193 times