Wisuda IV Tahun 2017, Program Doktor, Magister, Profesi dan Spesialis  Klik tombol ini untuk Melihat
Toggle Bar

Mahasiswa Unand Ciptakan Alat Untuk Menghitung Benih Ikan

22 Jun 2017

Padang (Unand) - Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Andalas berhasil menciptakan sebuah alat yang bisa digunakan untuk menghitung jumlah benih ikan ketika seorang penambak akan menjual benih-benih ikan tersebut kepada konsumen.

Mereka adalah Rizky Syahreza Ryaldi, Dicky Anungrah, Joefrinaldo, Ade Alfauzan dan Abdian Hadi Pasmai yang tergabung dalam Tim Aroma yang menciptakan sebuah alat untuk meringankan dan mengefesiensikan kerja para penambak ikan.

"Alat ini dinamakan dengan Automatic Fry Counter Machine atau jika disingkat sesuai dengan nama tim kami yaitu Aroma," kata Rizky Syahreza Ryaldi selaku anggota Tim Aroma.

Menurut ia alat ini diciptakan berawal dari temuan di lapangan ketika berkunjung ke penambak ikan di Danau Maninjau. Dia melihat para penambak benih ikan di Danau Maninjau ketika menjual benih ikan kepada konsumen tidak dengan menghitung jumlah benih ikan yang mereka jual tersebut, tetapi mereka menjual benih ikan dengan sistem takaran saja.

"Misalnya ada konsumen yang membeli benih ikan Rp 10.000 kepada si penambak, maka si penambak ini hanya menakar atau mengira-ngira berapa jumlah benih ikan seharga 10.000 tersebut," ujarnya.

Dari pengamatan di lapangan tersebut, maka muncul ide untuk membuat sebuah alat yang bisa menghitung jumlah benih ikan ketika dijual oleh penambak kepada konsumen, dan dari situlah diciptakan Aroma ini.

"Komponen yang dibutuhkan untuk Aroma ini adalah Seng untuk kerangkanya, kemudian Roda untuk memudahkan kita memindah-mindahkanya, lalu ada namanya Mikrokontroller Arduino untuk pengendali, lalu ada nama alatnya Sensor Photodioda dan Infra merah untuk menghitung jumlah benih ikan, kemudian ada empat buah pipa 1 inci, lalu ada namanya Servo untuk penggerak katup, kemudian terakhir ada tombol ON/OFF untuk menyalakan dan mematikan Aroma ini," jelas Reza.

Cara kerja alat ini sederhana, ketika semua komponen sudah terpasang, maka kita masukan benih ikan ke dalam Aroma, lalu benih ikan ini akan melewati pipa ukuran 1 inci dan saat melewati pipa 1 inci itulah sensor photodioda dan inframerah ini akan menghitung jumlah ikan secara otomatis, dan jika sudah mencapai jumlah yang diinginkan maka katup yang terpasang pada pipa akan tertutup secara otomatis.

"Untuk menciptakan Aroma ini kami menghabiskan biaya kira-kira Rp2.500.000 serta hampir memakan waktu 1 tahun mulai dari bulan Agustus 2016 sampai bulan Juni 2017, dan Insya Allah alat ini akan diaplikasikan ke pada penambak benih ikan di Danau Maninjau pada pertengahan bulan Juli nanti," kata Alumni SMA 2 Padang ini.

"Aroma pernah mendapat juara 3 pada ajang Lomba Karya Tulis Teknologi (LKTT) tingkat Sumatera di Aceh," tukas Reza (Sumber : KLIKPOSITIF.COM)

Humas dan Protokol Unand

 

Read 969 times