Bahas Kontribusi PPI Terhadap Daya Saing Infrastuktur Indonesia Teknik Sipil Unand Gelar Seminar Nasional

04 Mei 2017

Padang (Unand) – Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Andalas mengelar seminar nasional dengan tema Kontribusi Program Profesi Insinyur Dalam Meningkatkan Daya Saing Infrastuktur Indonesia pada Kamis (04/05) di Gedung Convention Hall Kampus Unand Limau Manis Padang.

Seminar ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat Dr. Syamsul Bahri dan Ir. Benny Dwika Leonanda, MT, IPM Ketua Program Studi Program Profesi Insinyur (PPI) Fakultas Teknik Universitas Andalas.

Ir. Benny Dwika Leonanda, MT, IPM menyampaikan kesiapan Universitas Andalas untuk menyukseskan penyelenggaraan Program Studi PPI.

Ia menjelaskan PS PPI FT Unand merupakan sebuah Program Studi dan lembaga yang berhak  untuk memberikan gelar Insinyur (Ir) kepada seseorang yang sesuai dengan kualifikasi insinyur.

Ia menambahkan gelar insinyur ini tidak pernah ada sebelumnya walaupun sebelum tahun 1993 setiap lulusan dari perguruan tinggi teknik dan teknik terapan yang menghasilkan Sarjana Teknik, Sarjana Teknik Pertanian, dan Sarjana Teknik Peternakan bergelar insinyur, dan dikukuhkan setelah mereka menjadi anggota Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Lebih lanjut ia menjelaskan setelah tanggal 31 Mei 2016 gelar insinyur ini hanya bisa diperoleh melalui Pendidikan Program Profesi Insinyur pada Program Studi Program Profesi Insinyur yang diselenggarakan di pendidikan tinggi atau universitas yang diberi izin oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

Pada tanggal 11 April 2016 Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Menristekdikti RI) memberi mandate kepada 40 Perguruan Tinggi untuk mendirikan Program Studi Program Profesi Insinyur.

“Tepat tanggal 11 Januari 2017 Universitas Andalas diberi izin untuk menyelenggarakan PS PPI,”sambungnya. 

Hal tersebut dinyatakan di dalam Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi nomor 11/KPT/i/2017 tentang Pembukaan Program Studi Program Profesi Insinyur pada Universitas Andalas di kota Padang.

Keinsinyuran adalah kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan peradaban, dan meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Penyelenggaraan keinsinyuran di lakukan dengan pratik keinsinyuran dalam bentuk Layanan Keinsinyuran.

“Praktik keinsinyuran akan mampu meningkatkan nilai guna, daya guna dan hasil guna, dan memberikan perlindungan kepada masyarakat sehingga mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan,”tambahnya.

Sementara itu dari narasumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Dr. Syamsul Bahri menjelaskan tentang Kesiapan Kementerian PUPR Mendukung Program Profesi Insinyur Untuk Meningkatkan Daya Saing.

Pasar infrastruktur Indonesia merupakan yang terbesar diantara 5 negara pembanding yaitu Malaysia, Thailand, Philippina dan Vietnam. 

“Hal ini tervalidasi dengan rasio nilai FDI terhadap investasi publik-privat Indonesia sebesar 0,48% dan rasio ini merupakan rasio  terbesar kedua setelah Malaysia,”ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa pasar infrastruktur Indonesia masih menarik bagi investor.  

Dikatakannya beberapa kendala terkait investasi adalah Kepastian hukum dan Kemudahan perizinan.

Humas dan Protokol Unand

 

 

Read 453 times