Live Streaming - The 1st Andalas Intenational Nursing Conference (AINiC)- 2nd Day  Klik tombol ini untuk melihat
Toggle Bar

2 Film Anak Minang Ditayangkan di Unand

20 April 2017

Padang (Unand) - Universitas Andalas bekerjasama dengan Yayasan Pusako Minangkabau (YPM) dan Real-Air Sinema Fakultas Ilmu Budaya (FIB) mengelar acara pemutaran film karya anak Minang yang telah berskala nasional dan internasional pada Selasa (18/4) di Convention Hall Kampus Unand Limau Manis. Dua Film tersebut yakni film Mawar Putih Karya Dato’  Rosnani Jamil (81) yang juga bintang film legendaries Malaysia kelahiran Sungai Geringging, Kabupaten Padang pariaman, Sumatera Barat serta trailer film Surau dan Silek karya Arief Malinmudo yang akan tayang serentak dibioskop seluruh Indonesia pada 27 April 2017 mendatang.

Film Mawar Putih ini ditayangkan secara gratis oleh Mak Nani, sapaan akrab Dato’ Rosnani Jamil sebagai bentuk kecintaanya terhadap Ranah Minang, agar masyarakat dapat menikmati filmnya tersebut.

“Sudah lama saya ingin memutar film saya di Padang, baru kali ini dapat diwujudkan,”ujarnya sembari menyebutkan film ini sebelumnya telah diputar di Malaysia dan Singapura.

Dalam pemutaran filmnya ini hadir Dato, Seri Utama Dr. Rais Yatim, Penasehat Sosio-Budaya Kerajaan Malaysia, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Drs. H. Nasrul Abit, Wakil Rektor III Universitas Andalas, Prof. Dr. Ir. Hermansah, MS, MSc, dan sejumlah pejabat di lingkungan Unand. Disamping itu juga hadir antara lain sejumlah pemeran film Mawar Putih, Triestan Apriliyan (pemeran utama pria), Cinta Dewi (pemeran pembantu wanita), Raja Nor Baizura (pemeran pembantu wanita), Herdawati (pemeran pembantu wanita), serta Tiesha penyanyi soundtrack film Mawar Putih.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abi pada kesempatan tersebut memberikan apresiasinya kepada Mak Nani yang telah mengharumkan Minangkabau dalam kancah perfilman dan berharap dari ajang ini dapat pula mempererat hubungan Sumbar dan Malaysia,

Sementara itu, Dr. Rais Yatim berharap dari penayangan film Mawar Putih dan trailer film Surau dan Silek dapat menerangi hubungan silaturahmi masyarakat sesame suku Minangkabau, baik yang berdomilisi di Malaysia maupun Indonesia.

Disisi lain Wakil Rektor III Unand, Hermansah menyampaikan rasa bangga dipilihnya Unand sebagai tempat pemutaran film ini. Menurutnya tentu tempat yang tepat, karena film ini akan ditonton oleh para akademisi dan mahasiswa. Mengingat film ini membahas persoalan budaya antara dua negara tentu ini sangat menarik.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa saat ini banyak mahasiswa yang kurang memahami budaya yang ada di daerahnya sendiri. Ia mencontohkan seperti adanya istilah “kato nan ampek”. Filosofi ini tentu sangat dalam dan bagus untuk diterapkan. Namun, saat ini banyak anak muda yang kurang memahami. Untuk itu, film sebagai pembelajaran budaya sangatlah tepat.

Film ini mengisahkan tentang keluarga bangsawan yang mempunyai seorang anak gadis cantik jelita dan punya profesi yang hebar bernama Tengku Sherina, tokoh ini diperankah oleh Reen Rahim, aktris muda berbakat Malaysia. Kelurga Tengku Sherina mempunyai pencaturan sendiri dalam mencari pasangan hidupnya. Namun si anak tidak menyangka jatuh cinta dengan pria Indonesia yang bernama Iwan yang diperankan Triestan Apriliyan, aktor dari Indonesia.

Dalam film ini, keluarga Tengku Sherina menolak mentah-mentah kehadiran Iwan yang dianggap tidak  sederajat karena Iwan bukan dari kalangan bangsawan. Karena cinta pulalah, Tengku Sherina kawin lari dan menikah di Indonesia. Namusn saying sekali, tali kebahagiaan yang dirajut pasangan muda itu tak bertahan lama, Tengku Sherina meninggal dunia akibat penyakit kanker setelah melahirkan Aidil. Aidil diperankan Adli Eddynoor dari Singapura.

Kemudian Iwan kembali ke Indonesia dan menikah dengan seorang perempuan Indonesia. Dari buah cinta mereka lahir anak perempuan bernama Cinta. Tokoh tersebut diperankan Cinta Dewi dari Indonesia. Saat beranjak dewasa, mereka bertemu di Kota Padang. Dari pertemuan itu, kemudian muncul rasa suka dan cinta. Akhir cerita, Mawar Putih meleraikan pergolakan itu, cinta mereka terlarang karena ayah meraka adalah sama yaitu Iwan.

Humas dan Protokol Unand

 

Read 413 times