Live Streaming - The 1st Andalas Intenational Nursing Conference (AINiC)  Klik tombol ini untuk melihat
Toggle Bar

57 Lulusan Apoteker Unand Ucapkan Sumpah

29 November 2016

Sebanyak 57 lulusan Program Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Andalas mengucapkan lafal sumpah apoteker pada Selasa (29/11) di Aula Fakultas Farmasi Universitas Andalas Kampus Limau Manis Padang.

Ketua Program Studi Profesi Apoteker Univesitas Andalas Sofyan, S. Si, M. Farm, Apt mengucapkan selamat kepada lulusan apoteker yang baru saja diambil sumpahnya.

Ia menambahkan saat ini Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Unand menerima mahasiswa profesi apoteker dua kali dalam setahun yang sebelumnya empat kali pertahun. “Dengan jumlah mahasiswa yang diterima lebih kurang seratus orang tiap angkatan baik dari dalam maupun dari luar Unand,”ujarnya.

Disamping itu, ia menjelaskan pengambilan sumpah apoteker merupakan tahap akhir kegiatan pendidikan mahasiswa program studi profesi apoteker.

Sampai saat ini jumlah alumni apoteker Fakultas Farmasi Universitas Andalas sudah berjumlah 3.169 alumni,”ungkapnya.

Sementara itu, ketua Komite Farmasi Nasional (KFN) yang diwakili oleh Prof. Dr. Tutus Gusnidar Kartawinata, Apt mengatakan total apoteker baru ditambah apoteker yang melakukan registrasi ulang perjuli tahun ini sebanyak 32.386 apoteker.

"Untuk saat ini posisi satu apoteker jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia perbandinganya 1:7.700 sedangkan idealnya 1 orang apoteker hanya untuk 2.000 penduduk,"jelasnya.

Ia juga mensyukuri farmasi sudah memiliki Kolegium Ilmu Farmasi Indonesia (KIFI) yang dibentuk pada akhir tahun 2015. KIFI merupakan suatu badan fungsional dari organisisai profesi yang dilahirkan oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) yang berfungsi untuk mengampu disiplin Ilmu Kefarmasian.

KIFI terdiri dari unsur-unsur anggota dari IAI, KFN, asosiasi perguruan tinggi farmasi indonesia, himpunan-himpunan seminar, unsur praktisi apoteker 

Ia juga tak memungkiri profesi apoteker menjadi sorotan publik baru-baru ini setelah ditemukannya vaksin palsu yang beredar ditambah lagi dengan ditemukannya pabrik obat dan jamu illegal di Indonesia.

Seharusnya ini menjadi bahan pembelajaran dan peringatan untuk apoteker kedepannya,”ungkapnya.

Di samping itu, ia berharap perguruan tinggi dapat menpertahankan dan meningkatkan kualitas lulusan apotekernya.

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Pengurus Pusat Apoteker Indonesia Drs. Saleh Rustandi, MM, Apt, Wakil Rektor I Universitas Andalas Prof. Dr. Dachriyanus, Apt, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Andalas, Prof. Helmi Arifin, A.Pt, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Kepala Balai Besar POM Padang, Ketua PD IAI Sumbar dan undangan lainnya.

Humas dan Protokol Unand 

 

Read 1047 times