Live Streaming - The 1st Andalas Intenational Nursing Conference (AINiC)  Klik tombol ini untuk melihat
Toggle Bar

Unand Gelar Seminar Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Global

21 November 2016

Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEMKM) Fakultas Pertanian Universitas Andalas menggelar seminar nasional tentang mitigasi dan adaptasi perubahan iklim global perspektif pertanian dan lingkungan pada Senin (21/11) di Gedung Convention Hall Kampus Unand Limau Manis Padang.

Seminar nasional ini merupakan rangkaian kegiatan Agriculture Expo ke II dalam rangka memperingati hari pohon dan Dies Natalis Fakultas Pertanian ke  62,” kata ketua panitia Ahmad Fadli.

Ia menambahkan dalam seminar ini mendatangkan pemateri yakni Ir. Arief Yuwono, MA staf ahli bidang energi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dan Prof. Dr. Ir. Hermansah, MS, MSc Wakil Rektor III Unand.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Universitas Andalas. Ia berharap mahasiswa dapat mengukuti seminar ini dengan baik sehingga dapat memperluas cakrawala dan wawasan dalam hal menuntut ilmu dibidang pertanian dari narasumber. 

Sementara itu, Arief Yuwono mengungkapkan perubahan iklim adalah berubahnya iklim yang diakibatkan langsung atau secara tidak langsung oleh aktivitas manusia yang menyebabkan perubahan komposisi atmosfir secara global. 

Menurutnya perubahan iklim semenjak tahun 1950 didominasi oleh aktivitas manusia dengan tingkat keyakinan 95-100%.

Ia menambahkan bahaya perubahan iklim di Indonesia diperkirakan akan memberikan dampat yang sangat besar.

Perubahan iklim akan berdampak pada masyarakat yang tinggal di daerah pesisir yang mengantungkan hidupnya dari penangkapan ikan dan pertanian yang peka terhadap perubahan iklim.

Selain itu, dampak perubahan iklim bagi perekonomian Indonesia diprediksi akan sangat besar tetapi masih susah untuk diperhitungkan karena akan berdampak jangka panjang baik langsung maupun secara tidak langsung.

“Diperkirakan pada tahun 2100 kerugian ekonomi di Indonesia dapat mencapai 2,5-7% kerugian Produk Domestik Bruto (PDB) rata-rata global (World Bank 2010),”ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan solusi yang akan diupayakan oleh pemerintah untuk mengurangi dampak dari perubahan iklim diantaranya mitigasi dan adaptasi.

Mitigasi merupakan usaha pengendalian untuk mengurangi resiko akibat perubahan iklim melalui kegiatan menurunkan emisi atau meningkatkan penyerapan gas rumah kaca dari berbagai sumber emisi.

“Sedangkan adaptasi merupakan suatu proses memperkuat, membangun dan melaksanakan strategi antisipasi dampak perubahan iklim”lanjutnya.

Dalam penurunan emisi gas rumah kaca pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup membentuk program kampung iklim (Proklim). Proklim adalah program berlingkup nasional yang dikembangkan kementerian lingkungan hidup untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dan seluruh pihak dalam melaksanakan aksi lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap dampak dari perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca.

Humas dan Protokol Unand

 

Read 627 times