PSA FISIP Unand Adakan Kuliah Umum dan Pameran Foto

01 November 2016

Pusat Studi Asean (PSA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas bekerjasama dengan Direktorat Jenderal (Dirjen) Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) mengadakan kuliah umum dan pameran foto pada Selasa (01/11) di Gedung Perpustakaan Universitas Andalas Kampus Limau Manih Padang.

Kuliah umum dan pameran foto ini mengangkat tema tentang “Asean Community 2015 and Beyond” dengan mendatangkan pemateri dari Dirjen Kerjasama ASEAN Kemenlu RI.

Wakil Dekan II FISIP Unand Dr. Indraddin, M. Si membuka secara resmi kuliah umum dan pameran photo bersama Dirjen Kerjasama ASEAN Kemenlu RI. Ia berharap kuliah ini dapat memberikan pengetahuan dan wawasan bagi mahasiswa Unand terkhususnya mahasiswa FISIP tentang perkembangan ASEAN Community saat ini dan kedepannya.

Sementara itu, Ashariyadi Sekretaris Dirjen Kerjasama ASEAN Kemenlu RI mengatakan ASEAN Community 2015 atau komunitas ASEAN 2015 merupakan sebuah komunitas yang beranggotakan negara-negara ASEAN yakni Indonesia, Malaysia, Brunai Darussalam, Thailand, Philipina, Laos, Kamboja, Vietnam, Singapore dan Myanmar.

“Ada sepuluh negara yang tergabung dalam komunitas ASEAN 2015 dengan tujuan untuk mewujudkan integrasi antar negara-negara di kawasan ASEAN,”ujarnya.

Terdapat tiga pilar dasar Community ASEAN 2015 yaitu, masyarakat politik keamanan ASEAN, masyarakat ekonomi ASEAN dan masyarakat sosial budaya ASEAN dimana ketiganya saling terkait antara satu sama lain dan berfungsi sebagai penggerak menuju satu visi, satu identitas dan satu masyarakat.

Ia menjelaskan masyarakat politik keamanan ASEAN diharapkan dapat menjawab tantangan ASEAN dalam perkembangan politik global untuk menjaga kedamaian, stabilitas dan kemakmuran di wilayah ASEAN.

Tujuan masyarakat politik keamanan ASEAN salah satunya memperkuat kerjasama politik dan keamanan ASEAN dalam rangka memelihara perdamaian di kawasan ASEAN termasuk untuk memasyarakatkan nilai-nilai bersama seperti HAM dan demokrasi.

Pilar yang kedua adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bertujuan untuk mewujubkan roda perdagangan antar negara-negara ASEAN. “Dengan pilar ini diharapkan negara di ASEAN dapat memperkuat daya saing produk untuk menghadapi persaingan dunia,”ungkapnya.

Sedangkan pilar ketiga masyarakat sosio budaya ASEAN bertujuan untuk menciptakan kondisi  masyarakat ASEAN yang harmonis dan juga untuk mewujubkan kondisi sosial masyarakat antar negara di ASEAN yang memiliki soladaritas dan kesatuan yang kuat.

Disamping itu, ia menambahkan tantangan masyarakat Indonesia menghadapi Asean Economic Community (AEC) adalah pemahaman masyarakat Indonesia mengenai ASEAN yang masih terbatas.

Ia juga meminta kepada masyarakat terutama mahasiswa untuk terus meningkatkan softskill diri agar memiliki kualitas yang siap untuk bersaing menghadapi MEA.

Humas dan Protokol Unand 

 

Read 626 times