Tan Sri Dato’ Seri Utama Dr. Rais Yatim Resmi Sandang Gelar Doktor Kehormatan Dari Unand

27 Oktober 2016

Universitas Andalas menganugerahkan Doktor Kehormatan (honoris causa) kepada Tan Sri Dato’ Seri Utama Dr. Rais Yatim dalam bidang hukum dan kemasyarakatan. Penganugerahan gelar doktor kehormatan ini diberikan dalam rapat senat terbuka pada Rabu (26/10) yang bertempat di Gedung Convention Hall Kampus Unand Limau Manih Padang.

Penganugerahan gelar doktor kehormatan merupakan rangkaian dari kegiatan lustrum yang ke XII (dies natalis 60) Unand sekaligus peringatan lustrum Fakultas Hukum Universitas Andalas yang ke XIII (dies natalis 65).

Adapun tim promotor penganugerahan doktor kehormatan bagi Tan Sri Rais Yatim yaitu Prof. Dr. Yuliandri, SH, MH, Prof. Firman Hasan, SH, LLM dan Prof. Dr. Yaswirman, MA.

Prof. Yuliandri mengemukakan pemberian gelar doktor kehormatan kepada Tan Sri Dato’ Seri Utama Dr. Rais Yatim karena telah berjasa dan memiliki karya yang luar biasa dalam mengembangkan hubungan baik bangsa dan negara Indonesia dengan negara lain dibidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, sosial, budaya, kemanusiaan dan kemasyarakatan terutama dalam kaitannya dengan mengembangkan hubungan kemasyrakatan serumpun Indonesia dengan Malaysia.

“Disamping karya dan pemikiran yang dihasilkan Tan Sri Dato’ Seri Utama Rais Yatim yang juga berlatar belakang pendidikan hukum telah berupaya meharmonisasi serta mengembangkan konsep-konsep hukum, terutama hukum tata negara dan hukum adat minangkabau,”tambahnya. 

Tan Sri Dato’ Seri Utama Dr. Rais Yatim saat ini menjabat sebagai Penasihat Sosio Budaya Kerajaan Malaysia (setingkat menteri).

Ia mengucapkan terima kasih dan merasa terhormat atas diberikannya gelar doktor kehormatan dari Universitas Andalas yang merupakan salah satu universitas terbaik di Indonesia.

Dalam pidatonya ia menyampaikan cabaran masa depan tamadun nusantara, ada empat hujjah dan pendapat yang dikemukan pertama pengajian tinggi tidak lagi hanya berpunca atau disumberkan dari barat ke timur, malah juga harus dari timur ke barat. Suatu mekanisme atau kaedah mesti dicari agar satu perimbangan timur barat terwujub. Khususnya agar perimbangan sosio budaya dunia melayu nusantara diwujubkan semula sekalipun dalam persekitaran dan pengaliran masuk ilmu dari barat.

Kedua, kita di alam dunia melayu atau kawasan nusantara perlu mengukuhkan jaringan pengajian tinggi sesama kita dalam sekumpulan ilmu tertentu demi memperkasa tenaga sekutu dunia melayu-islam.

Ketiga, penduduk nusantara mempunyai tanggung jawab menjamin kemampuan bahasa melayu-indonesia sebagai bahasa ilmu, bahasa komersil dan bahasa perhubungan (lingua franca).

Keempat, supaya jangan menerima 100 % intisari human rights atau hak-hak azazi manusia barat sehingga melupakan azas hak azasi kita sendiri. “Perlu diketahui bahwa melalui human rights yang tiada sempadan, budaya takbir dan budaya kikitaan pribumi serta identitas akan menjadi tipis dan akhirnya menghilang,”ujarnya.

Senada dengan itu, Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA menyambut baik atas penghargaan gelar doktor kehormatan kepada tan sri dato’ seri utama Dr. Rais Yatim.

Menurutnya, pemberian gelar akademik tertinggi berupa doktor kehormatan kepada Tan Sri Dato’ Seri Utama Dr. Rais Yatim sudah lama direncanakan dan baru hari ini bisa direalisasikan. Ia berharap pemberian gelar ini tidak hanya sekadar memenuhi alasan akademik tetapi lebih dari itu. Ia yakin Tan Sri Dato’ Seri Utama Dr. Rais Yatim sebagai putra asli Minangkabau memiliki perhatian terhadap perkembangan dan pembangunan kampung halaman terutama dalam bidang pendidikan khususnya Universitas Andalas.  

Humas dan Protokol Unand 

 

Read 2630 times