Live Streaming - The 1st Andalas Intenational Nursing Conference (AINiC)- 2nd Day  Klik tombol ini untuk melihat
Toggle Bar

KemHan RI Tingkatkan Pemahaman Mahasiswa Unand Tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional

25 Agustus 2016

Dalam rangka menghadapi ancaman yang semakin beragam dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi komunikasi serta informasi, Kementerian Pertahanan (KemHan) RI Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan mengadakan Sosialisasi Pengeloaan Sumber Daya Nasional pada Kamis (25/08) di Ruang Seminar Gedung F Kampus Unand Limau Manih Padang.

Sosialisasi ini mengangkat tema tentang “Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara Lingkungan Akademisi”. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa di lingkungan Unand, Wakil Rektor III Unand, serta undangan lainnya.

Bridjen TNI Iskandar Munir, MSc, Oc Direktur Komponen Cadangan Ditjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI mengatakan ancaman terhadap kedaulatan negara yang awalnya bersifat konvensional (fisik) saat ini telah menjadi multidimensi (fisik dan non fisik) baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

Menurutnya ancaman multidimensional tersebut dapat berasal dari dimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya maupun permasalahan keamanan yang terkait dengan kejahatan internasional.

“Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah menata dan membangun sumber daya nasional, khususnya sumber daya manusia sebagai komponen cadangan dan komponen pendukung,”paparnya.

Ia menambahkan dalam mengelola komponen cadangan dan komponen pendukung perlu ditunjang oleh sarana dan prasarana infrastruktur yang memadai sebagai upaya untuk menyokong proses tersebut.

Disamping itu, ia juga menjelaskan saat ini Indonesia membangun pertahananya dengan sistem pertahanan rakyat semesta atau sistem yang melibatkan seluruh sumber daya yang dimiliki oleh negara untuk menghadapi ancamanya.

“Dalam sistem ini pertahanan negara tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga tertentu seperti TNI, Kementerian Pertahanan saja tetapi menjadi hak dan kewajiban seluruh komponen bangsa seperti yang tertuang dalam UUD 1945 pasal 1 dan 2,”ujarnya.

Dalam perlibatan seluruh sumber daya nasional untuk pertahanan negara memerlukan pengaturan dalam sebuah undang-undang yang disusun berdasarkan demokrasi, penghormatan terhadap hak asasi manusia dan sipil.

Terkait dengan itu, Kementerian Pertahanan sedang menyusun draft RUU Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara sebagai payung hukum yang demokratis bagi negara dalam menggunakan sumber daya nasional bagi pertahanan negara.

Dia berharap sosialisasi ini dapat memberikan masukan dan saran dari mahasiswa dalam penyempurnaan rancangan undang-undang tentang pengelolaan sumber daya nasional untuk pertahanan negara yang masih dalam proses.  

Sementara itu Kasubdit Matra Laut Direktorat Komponen Cadangan Ditjen Pothan Kemhan RI Ir. Edwin L Napitulu mengatakan jumlah TNI di Indonesia sekitar 420.000 personil, jika dibagi untuk mencover 17.504 pulau dapat diartikan untuk 1 pulau = 24 personil TNI atau 1 personil TNI mengawasi 600 penduduk dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini sebanyak 252.370.792 jiwa.

Ia menambahkan Jika dibandingkan dengan negara lain, Indonesia masih kekurangan dari kebutuhan standar baik itu anggaran maupun jumlah personilnya. 

“Keterbasan sumber daya anggaran menjadi kendala dalam meningkat jumlah personil di Indonesia, tetapi sudah ada perbaikan mulai dari perlengkapan sarana prasarana termasuk alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari pemerintah,”ucapnya. 

Senada dengan itu, Wakil Rektor III Universitas Andalas Prof. Dr. Ir. Hermasah, MS, MSc mengatakan dengan adanya sosialisasi ini dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman mahasiswa terhadap pertahanan nasional.

“Meningkatkan prestasi dibidang akademik merupakan salah satu wujub bela Negara,”tambahnya.

Humas dan protokol Unand

 

Read 765 times